Membuat PDF presentasi dari Photoshop
Membuat PDF presentasi dari Photoshop

PDF presentasi sudah semakin populer dan menjadi pilihan pada waktu akan melakukan presentasi. Mungkin, cepat dan mudah mengirim file ke klien adalah salah satu faktor yang membuat PDF presentasi ini semakin banyak dibuat pilihan para presentator pada sebuah presentasinya.

Untuk membuat PDF presentasi, kamu harus punya beberapa file JPG yang telah siap, yang nantinya akan dimasukkan kedalam file PDF tersebut.

Caranya:
- Tentunya, buka dulu Photoshopnya... (disini saya memakai Photoshop CS)
- Lalu, buka semua file yang mau dijadikan PDF presentasi.
- Pilih File/ Automate/ PDF Presentation.

Logo02

- Kamu akan mendapatkan window seperti ini.

Logo02

- Aktifkan atau centang "Add Open Files". File-file tersebut bisa kamu atur tempatnya sesuai urutan sebenarnya, lalu pada "Output Options", disini kamu bisa memilih antara Multi-Page Document dan Presentation. Tergantung kebutuhan, disini saya memilih "Presentation", dengan delay 5 detik setiap filenya dan Loop saya aktifkan. lalu "Save".

- lalu keluar window baru.

Logo02

- Pada "Encoding Option", aktifkan atau centang pilihan JPG dengan quality "10". Kalau file PDF-nya nanti mau dikasih password, kamu bisa centang di pilihan "PDF Security" lalu klik "Security settings".... klik OK.
- Selesai.
Group your layers to get organized



When I work in Photoshop I quickly end up having dozens of layers. It's good to keep every possible thing on it's on layer, but at the same time it becomes increasingly difficult to navigate them. Thankfully Photoshop allows us to group our layers into layer folders.

The quickest way to get organized is to just select all the layers that belong to each other and simply drag them into the folder icon on the bottom of the layer palette. This operation will create a new folder and places all the layers into it. Next, name the folder, so you know what it contains.

In my normal workflow I keep adding new layers for every element of my layout and when I feel a certain object with it's all layers is complete, I just group them into a folder and get them out of the way. If the number of such folders becomes big, you can further simplify your document by either coloring the folders to get a better overview or grouping the folders themselves into higher level folders. I think Photoshop CS2 has an unlimited depth of folders. Of course the deeper you go the more clicking you need to do if you want to expand the structure.
- SUPERMAN RETURNS -
Returns- SUPERMAN RETURNS -

WooW....
Superman kembali lagi setelah beberapa tahun vakum di dunia perfilman, bagi yang penyuka film berbau heroik, menu ini wajib ditonton. apalagi film ini menggugah rasa penasaran tentang kisah Manusia Baja yang diperankan aktor anyar Brandon Routh ini dalam memberantas kejahatan yang dipelopori Lex Luthor (Kevin Spacey) dimuka bumi yang mana Superman meninggalkan bumi selama kurang lebih 5 Tahun untuk mencari jati dirinya sendiri.Dan dunia udah melupakan kehadiran superman sebagai sosok pahlawan yang pernah diagung-2kan lalu gimana dengan kisah romantis-nya bersama Lois Lane (Kate Bosworth) yang pernah dipacarinya sebelum ditinggalkan. Dan bagaimana Superman bersikap disaat Clark Kent menghadapi kenyataan menyakitkan bahwa wanita yang ia cintai, Lois Lane, sudah tidak sendiri lagi melainkan sudah bertunangan dengan Richard White (James Marsden) dan sudah mempunyai satu anak.Atau benarkah demikian? Kepulangan Superman yang penuh suka dan duka menantangnya untuk menjembatani jarak diantara mereka sekaligus menemukan dunia yang sanggup bertahan tanpa campur tangannya. Dalam usahanya untuk melindungi dunia yang ia cintai dari pengrusakan besar-besaran, Superman memulai penebusannya mulai dari lautan paling dalam hingga luar angkasa.

Yang pasti Film ini sangat menarik untuk ditonton apalagi durasi-nya cukup lama sekitar 154 menit... dalam waktu yang segitu panjang dan disuguhi adegan-2 yang sangat apik yang menimbulkan decak kagum para penonton dan membuat betah untuk duduk manis gak beranjak kemana-pun.

Dari segi kualitas dan efek screen, saya sendiri sangat kagum dengan efek-2 yang timbul. seperti adegan Superman mengejar pesawat yang mau jatuh, ditembaki dengan mesin gun, berkejaran dengan api yang mau meledakan pabrik gas, lalu menerobos awan dan lautan dengan sinar x-nya....

Selain menceritakan kehebatannya...di film ini diperlihatkan juga kelemahan Superman. yup ...bener, dengan batu kripton. di sekuel ini Superman dibikin mati olehnya, dan yang membikin penasaran di film ini...ternyata Superman udah punya anak hasil hubungan dengan Lois Lane pada 5 tahun yang lalu.

Saya disini tidak bisa menceritakan semuanya...tapi alangkah baiknya jika kalian tonton sendiri..hehehe.
Graphics Magazine - Februari 2006

Computer Graphics Magazine Feruary 2006 Edition
Reviews:

  • Pixars "music men" told the story of the studios animated short film.
  • Short and Sweet: Artists and filmmakers test new styles, equipment, and ideas with...
  • Portfolio: Jiri Adamec
  • etc...


Download This Magz !
Work in Progress "Budakhan"



Setelah 3 hari melakukan research untuk membuat branding yang sesuai dan gak jauh-2 amat dengan konsep. akhirnya aku approve 2 contoh logo yang ada dibawah ini:

Logo01

dan

Logo02

Sehari setelahnya... uh, ada perubahan konsep malahan jauh dari konsep semula.

last

mudah-2 an sesuai dengan apa yang dimaksudkan.

buat temen-2.... what do you think !
Manajemen Desain Grafis
Manajemen Desain Grafis

Ternyata skill yang bagus aja gak cukup kalo kerja tidak sistematis dan gak bisa menjual secara layak!

Dalam sebuah project, baik itu besar maupun kecil haruslah memakai prosedur
standar. Hal ini perlu dilakukan agar kita sebagai desainer mampu melakukan
tugas secara profesional dan tidak disepelekan (baca: dimainin!) oleh klien.
Banyak juga terdengar cerita dari teman-teman yang mengeluh klien-nya rese,
revisi terus menerus, harga yang tak pantas, dan waktu kerja yang molor
terus. Ini adalah isyu yang menarik, karena banyak dari para rekan2 desainer
yang dengan terpaksa menerima prpject dan klien yang tidak jelas dengan
ucapan: "Gak papa deh, dari pada gak ada kerjaan."

Intinya adalah segala sesuatunya dimulai dari pro-aktif desainer, bukan dari
klien. Kenapa? Karena klien datang kepada desainer dengan sebuah masalah.
Dan sudah selayaknya kita desainer tidak lagi merepotkan mereka dengan
ini-itu dan mampu menciptakan sebuah solusi yang tepat untuk permasalahan
mereka.

Maka dari itu disini dipaparkan tips-tips dari Dosennya Inco Harper - Sr. Art Director - TBWA\Indonesia.

Bahwa elemen-elemen dalam manajemen tersebut adalah:

1. Planning
Dalam tahapan ini perlu adanya perencanaan yang matang pada awal sebelum
project dimulai. Perencanaan meliputi:
- Time Planning, seperti membuat timeline project yang harus disetujui oleh
klien. Timeline dibuat secara detail mulai dari proses konsep, desain, FA,
sampai produksi, tergantung dari permintaan klien. Yang pasti disini
terlihat profesionalisme kita para desainer dalam menghargai waktu dan
deadline.
- Work Planning, seperti membuat workflow yang jelas. Tahapan demi tahapan
disebutkan secara detail sehinggal klien tidak bisa seenak-enaknya mundur
lagi ketahapan awal kalo dia sudah approval tahapan selanjutnya. Bisanya
dibuat yang namanya Appoval Form untuk ditandatangani klien per tahapan
project.
- Financial Planning/Budgeting. Sering disebut quotation yaitu penawaran
harga. Mesti dihitung secara detail penggabungan antara design fee dengan
ongkos/biaya lain seperti kertas, print, pembuatan mock-up, fotografi, dan
hal-hal lainnya yang berhubungan dengan desain yang dibuat. Hal ini
dimaksudkan agar jangan terjadi kerugian secara finansial bagi desainer itu
sendiri. Karena material dan biaya.ongkos seperti diatas itu TIDAK TERMASUK
ke dalam design fee.

2. Orginizing
Mengatur semua elemen-elemen dalam proyek tersebut. Siapa-siapa saja yang
bertanggungjawab dalam project tersebut.

3. Stuffing
Memaksimalkan segala fungsi-fungsi team yang ada. Misalkan kita sebagai
seorang desainer bisa meminta tolong pembantu untuk memfoto copy, kurir
untuk mengantarkan barang, atau paste up artist untuk membuat mock-up. Kalau
pun pada akhirnya seorang desainer itu mengerjakan semua, maka harus
dihitung tenaga dan waktu yang dikeluarkan.

4. Directing
Seorang desainer harus mampu mengarahkan, mengatur, dan memotivasi diri
sendiri dalam sebuah project guna tercapaikan tujuan project tersebut yang
yang pada akhirnya akan menjadi sebuah solusi bagi masalah klien.

5. Controlling
Ini yang sering dilupakan. Buatlah sebuah form checklist dalam setiap
project untuk menghindari kesalahan-kesalahan kecil. Form berguna untuk
memeriksa kembali apakah desain yang kita buat sudah sesuai denga brief dan
mandatory klien. Sering kali karena kesalahan kecil, seorang desainer harus
menderita kerugian yang begitu besar. Misalkan saya salah ketik huruf, lupa
konversi warna ke CMYK dan sebagainya.

(thanks to Inco Harper - Sr. Art Director - TBWA\Indonesia)
Animation Magazine March 2006 Edition
Animation Magazine March 2006 Edition



Cocok buat kalian yang suka animasi, desain, dll... buat referensi :)
Review:
- animasi frame by frame
- home entertainment
- tech review : Underworld Revolution
- dan masih banyak lagi... :)

udah dech, baca-baca sendiri yaa... (bukan promosi lho !)
nich aku kasih file pdf-nya... >>Download<<
Bad Day or Lucky Day
Bad or Lucky

Ada apa dengan 06-06-06?

mungkin ini adalah salah satu angka yang unik, kenapa bisa dikatakan "unik". karena dengan angka yang kembar itu kita hanya bisa menemukannya lagi dalam satu tahun satu bulan lebih satu hari yang akan datang.

Maka dari itu, moment kelangkaan tersebut membuat saya tergelitik untuk menjadikan hari ini untuk membuka Blog saya agar bisa dinikmati secara umum.

Tapi saya gak tau, apakah hari ini feng-shui nya "Bad" or "Lucky" untuk saya. who knows?

Gimana menurut pendapat dari teman-teman?

"I Hate Vector but I Have It"

"I Hate Vector but I Have It" Gallery




Blank Black or White Its Me Chinkong Line Uptown Super Vektor Ex-Pose Morning Sun Mouse C P U Day Rhapsody Ngombe
C E R M I N
Cermin

Ada apa dengan cermin? Cermin adalah nama sebuah benda yang semua orang membutuhkannya, yang gunanya untuk melihat hasil riasannya dicermin itu. Dan ini paling banyak dibutuhkan oleh kaum Hawa (wanita). Sebab, kebiasaan rata-rata wanita adalah bersolek, sampai-sampai di kantong (tas) tangannya pasti ada cerminnya. Malahan hampir setiap kaca yang ada didekatnya pasti dijadikannya cermin.

Kaitannya dengan kita selaku orang yang beriman adalah bagaimana kalau diri kita mencontoh perilaku seperti halnya wanita dalam memperbaiki tata rias ditubuhnya, yang hampir setiap kaca dijadikannya cermin untuk memperbaiki riasannya itu. Tapi, yang jadi masalah adalah yang dijadikan cerminnya itu. Apakah kita akan sama, mengambil semua kaca untuk dijadikan cermin? Atau akan memilah-milah, sehingga yang kita pakai untuk bercermin hanya kaca yang baik dan bersih saja? Dan untuk apa kita bercermin?

Maka, disini ada sebuah doa untuk bercermin, yang mungkin bisa dijadikan untuk tujuan kita dalam bercermin yang mana bunyi dari doa itu adalah sebagai berikut,

“Allaahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluqii 
“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku E(HR. Ahmad)

Dan Rasulullah SAW sendiri di utus kedunia ini untuk menyempurnakan akhlak. Akhlak dalam beribdah dan bermuamalah ini memerlukan panduan dan pigur yang akan diikutinya atau yang akan menjadi cerminnya. Kalau dulu ada Rasulullah SAW, para Sahabat dan lain sebagainya (orang-orang soleh). Kalau sekarang ada Al-Qur’an, Al-Hadits, para Auliya, Syekh, Ulama, Kiayi, Ustadz, dan orang-orang yang beriman pun bisa dijadikan cermin oleh kita, sebagaimana ada sebuah kata bijak yang mengatakan,

“Seorang mukmin harus menjadi cermin bagi mukmin yang lain 

Ini menunjukkan bahwa, kita sebagai orang yang beriman harus menjadi cermin bagi mukmin yang lain. Dan untuk menjadi cermin, maka diri kita harus bersih dulu dari noda dan dosa, terus diri kita juga harus beristiqamah dan bertawakal kepada Allah SWT. Intinya kita harus menjadi orang yang beriman dengan sebenar-benarnya, sebagaimana firman Allah SWT.,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka Ayat-ayat-Nya, bertambahalah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rejeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rejeki (nikmat) yang mulia. E(QS. Al-Anfal (8): 2-4)

Tapi, perubahan zaman merubah segala aspek kehidupan didunia ini. Dari mulai gaya hidup, budaya dan lain sebagainya. Hasilnya, banyak orang-orang yang salah dalam mengambil cermin. Mereka lebih suka penyanyi, bintang film, model atau bintang sinetron yang dijadikan cerminnya, daripada orang-orang yang lebih soleh seperti para Auliya, Syekh, Ulama, Kiayi, Ustadz, dan, orang-orang yang beriman sekalipun yang aktif di masjid. Padahal, hidup didunia ini hanya sementara dan sebentar, yang abadi hanya ada di akhirat. Maka, untuk meraih akhirat alangkah baiknya sekiranya kita memperhatikan kata bijak berikut ini,

“Kalau kita menginginkan akhirat maka kita harus melihat keatas, tapi kalau kita menginginkan dunia maka lihatlah kebawah. E

Ini mengisyaratkan kepada kita bahwa, untuk meraih surga maka kita harus bercermin kepada orang-orang yang lebih soleh dari kita, sehingga kita terpacu untuk lebih baik lagi dan lebih soleh lagi. Sebab, dalam kebaikan atau dalam beribadah kita harus “Fastabikul Khairat E(berlomba dalam meraih kebaikan) sehingga surga dapat kita raih dan Allah pun akan ridha selama dalam meraihnya murni karena Allah semata. Sedangkan dalam masalah keduniawian, kita harus bercermin kepada orang-orang yang tarap hidupnya ada dibawah kita, sehingga kita akan bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT ketika kita diuji oleh Allah dengan kefakiran misalkan. Atau, malah kita akan lebih bersyukur lagi, sehingga Allah SWT akan berkata kepada kita, “Kami akan menambah (nikmat) kepadamu Edan hidup kita pun akan terasa senang dan bahagia.

Sangat beda sekali dengan orang yang bercermin kepada orang-orang yang gaya dan tarap hidupnya lebih tinggi dari dirinya, maka yang akan didapat adalah kekecewaan dan kerugian, apalagi kalau tidak berpegang kepada tali agama Allah SWT., sehingga, nafsunya akan menguasainya untuk berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti atau melebihi orang-orang yang gaya dan tarap hidupnya lebih tinggi darinya dengan berbagai cara dan pastinya juga sudah tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Dan kebanyakan orang seperti ini ketika berhasil, akan merasa bahwa kenikmatan (keberhasilan) yang dirasakannya adalah miliknya (hasilnya) pribadi, padahal Allah SWT befirman,

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (keberhasilan) E(QS. An-Nashr (110): 1)

Ustadz Aam Amiruddin dalam kitabnya “Tafsir Al-Qur’an Kontemporer Emengatakan bahwa, pada ayat ini Allah SWT menyebutkan kata nashr (pertolongan) sebelum kata fath (kemenangan). Ini merupakan peringatan penting agar kita tidak takabur saat meraih kesuksesan karena pada dasarnya manusia cenderung menepuk dada ketika kesuksesan demi kesuksesan dapat diraihnya. Kita sering beranggapan bahwa kemenangan atau kesuksesan itu murni karena kehebatan dan kerja keras. Padahal, sehebat apapun diri kita, sebesar apapun kerja keras kita, tanpa pertolongan Allah SWT., hasilnya pasti nihil.

Pernyataan tersebut tidak bermaksud menafikan kerja keras. Kerja keras dan kerja cerdas merupakan komponen penting dalam meraih kesuksesan atau kemenangan. Yang ingin ditekankan yaitu, perlu adanya kesadaran bahwa dalam setiap kemenangan atau kesuksesan, apakah itu kesuksesan studi, bisnis, mendidik anak, karier, pasti didalamnya terdapat pertolongan Allah SWT.

Sahabat-sahabat sekalian, hati-hati dalam bercermin, hidup didunia ini sementara, jadikanlah dunia ini sebagai jembatan akhirat sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni,

“Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah Anda menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan.
  • Followers